Kudeta Myanmar dan Aung San Suu Kyi: Ikon demokrasi yang reputasinya jatuh akibat krisis Muslim Rohingya - BBC News Indonesia

Dia pernah dipuji sebagai simbol hak asasi manusia yang diharapkan akan membawa reformasi demokrasi ke Myanmar. Namun sejak berkuasa pada 2015, Aung San Suu Kyi diasosiasikan oleh perlakuan terhadap minoritas Muslim Rohingya.Konstitusi Myanmar melarang dia menjadi presiden karena dia memiliki anak yang merupakan warga negara asing.Tapi Suu Kyi, sekarang 75 tahun, secara luas dipandang sebagai pemimpin de facto.Dia dipandang sebagai ikon demokrasi yang menyerahkan kebebasannya untuk menantang para jenderal tentara yang kejam.Dia sangat populer di antara mayoritas Buddha di negara itu.Tetapi secara internasional, tanggapannya terhadap krisis Rohingya telah membuat citranya jatuh, hal yang tak diduga banyak orang.Pada dini hari, Senin (01/02) pasukan militer menahan pemimpin de-facto Myanmar Aung San Suu Kyi dan sejumlah politisi lainnya, sebelum mengambil alih kendali negara. Kunjungi Link: https://www.bbc.com/indonesia/dunia-55898698"

Gambar protil Informasi Informasi 02-02-2021
0
Komentar 0

Saran Lainnya :